• SMAN 1 PAGUYANGAN
  • Berkarakter, Berprestasi, Ilmiah, dan Berwawasan Lingkungan

Modul Ajar Kelas X Fase E_Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Praaksara

MODUL AJAR

 

  1. IDENTITAS

Mata pelajaran          : Sejarah

Penyusun                  : M. Abdul Karim, S.Pd.

Sekolah                    : SMA Negeri 1 Paguyangan

Tahun                      : 2022/2023

Jenjang                    : SMA

Kelas/Fase                : X/E

Alokasi Waktu           : 2 x 45 menit x 2 Pertemuan

Jumlah Siswa            : 36

Moda                       : Tatap Muka

 

1. Elemen Pemahaman Konsep Sejarah

Peserta didik juga dapat memahami konsep dasar asal usul nenek moyang dan jalur rempah; menganalisis serta mengevaluasi manusia dalam asal usul nenek moyang dan jalur rempah; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah dalam ruang lingkup lokal, nasional, serta global; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah dalam dimensi masa lalu, masa kini, serta masa depan; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah dari pola perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah secara diakronis (kronologi) dan/atau sinkronis.

2. Elemen Keterampilan Proses Sejarah

  • Pada akhir fase ini, peserta didik mampu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengorganisasikan informasi, menarik kesimpulan, mengomunikasikan, merefleksikan dan merencanakan proyek lanjutan secara kolaboratif tentang asal usul nenek
  • Penjelasan peristiwa sejarah secara diakronis (kronologi) yang menitikberatkan pada proses dan/atau sinkronis yang menitikberatkan pada struktur; Penjelasan peristiwa sejarah berdasarkan hubungan kausalitas; Mengaitkan peristiwa sejarah dengan kehidupan sehari-hari; dan menempatkan peristiwa sejarah pada konteks zamannya.

II. KOMPETENSI AWAL

  • Corak Kehidupan Manusia Praaksara Pada Masa Berburu & Mengumpulkan Makanan
  • Corak Kehidupan Manusia Praaksara Pada Masa Bercocok Tanam
  • Corak Kehidupan Manusia Praaksara Pada Masa Perundagian

III. PROFIL PELAJAR PANCASILA

  1. Berkebhinekaan global

Mengambil pelajaran dari corak kehidupan manusia praaksara untuk menjadi bangsa yang   besar harus mampu dan mau melestarikan budaya nenek moyang

  1. Bernalar kritis

Menyampaikan gagasan,  pikiran,  dari   kegiatan  diskusi  menganalisis kehidupan manusia praaksara di Indonesia

  1. Kreatif

Menghasilkan karya tindakan orisinal, Membuat proyek produk komik digital

  1. Bergotong royong

Berkolaborasi antar teman kelompok dalam melakukan kegiatan bersama sama

IV. ASESMEN (Sikap, Pengetahuan, Ketrampilan)

  1. Sikap
  1. Teknik Penilaian : Observasi/Pengamatan
  2. Bentuk Penilaian : Lembar Pengamatan
  3. Instrument Penilaian : Terlampir

2. Pengetahuan

  1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis
  2. Bentuk Penilaian : Uraian melalui google form
  3. Instrument Penilaian : Terlampir

3. Ketrampilan

  1. Teknik Penilaian : Penilaian produk
  2. Bentuk Penilaian : Presentasi & hasil produk
  3. Instrument Penilaian : Terlampir

V. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Instrumen LKPD       : Terlampir

VI. REMIDIAL & PENGAYAAN

Instrument remidial dan pengayaan : Terlampir

VII. REFLEKSI PEMBELAJARAN

Instrument refleksi pembelajaran      : Terlampir

VIII. TARGET PESERTA DIDIK

Peserta didik reguler/ tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar

 

ISI MODUL

  1. Materi

Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Praaksara

2.   Metode Pembelajaran

  1. Model Pembelajaran : Projek Based Learning (PjBL)
  2. Pendekatan : Konteksual
  3. Metode Pembelajaran`: Diskusi & Tanya Jawab

3. Media Pembelajaran Media:

  • Video Pembelajaran (Youtube)
  • Powerpoint
  • Papan tulis
  • Spidol
  • LKPD

Alat/Bahan:

  • Alat : Handphone, Laptop, Google Classroom, Google Form, Jaringan
  • Aplikasi Wondershare Filmora
  • Proyektor / LCD

4. Sumber Belajar

  1. Bahan Ajar; Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Praaksara

https://bit.ly/bahan_ajar_nilai_nilai_kebudayaan_masa_praaksara_m_abdul_karim

  1. Sumber Internet:
  1. Video Pembelajaran:

(Contoh penyajian produk berupa video dari tugas Kakak Kelas XII IPS 3, Konsep video: Pembawaan Berita)

5. Tujuan Pembelajaran

Dengan menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) malalui metode Diskusi peserta didik mampu mengidentifikasi mengenai Nilai-Nilai Budaya Manusia Praaksara dan Pengaruhnya Dalam Kehidupan Masa Kini, serta mampu  menyajikan hasil projek melalui Video dengan baik.

6.Pemahaman Bermakna

Bentuk dari kebesaran Tuhan adalah ketika kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa sejarah. 

7.Pertanyaan Pemantik

Apa saja aktivitas corak kehidupan manusia praaksara?

C. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1

 

Langkah

Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Awal

Orientasi

1. Memberikan salam pada peserta didik di kelas, memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Menanyakan kabar dan kesiapan peserta didik untuk memulai kegiatan pembelajaran.

3. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum memulai pelajaran.

4. Mengecek kebersihan kelas.

5. Presensi kehadiran peserta didik.

 

Apersepsi

1. Mengaitkan materi / tema / kegiatan pembelajaran dengan materi sebelumya, yaitu Masa Berburu, Masa Bercocok Tanam, dan Masa Perundagian

2. Peserta didik mengamati gambar dan guru memberikan pertanyaan dari gambar-gambar yang disampaikan

3. Peserta didik diminta menanggapi pertanyaan- pertanyaan tersebut

4. Peserta   didik   membaca   artikel   yang   telah diberikan oleh guru (literasi);

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15 menit

 

 

Motivasi

1.Guru mengajak siswa untuk menyanyikan Lagu Nasional “Maju Tak Gentar” Ciptaan; Cornel Simanjuntak

2.Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari materi Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Praaksara

3.Menyampaikan tujuan pembelajaran dari materi yang akan disampaikan di kelas.

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Inti

Pertanyaan Mendasar

Guru menyampaikan pertanyaan mendasar:

a. Apa saja Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Praaksara?

Mendesain Perencanaan

Guru memastikan setiap kelompok menggali materi yang sudah ditentukan, kemudian  memilih dan mengetahui prosedur pembuatan produk  yang akan dihasilkan berkaitan indikator penilaian yang telah disampaikan oleh Guru.

 

 

 

 

 

 

 

60 menit

 

 

Menyusun jadwal perencanaan Produk

Siswa menyusun jadwal penyelesaian pembuatan produk dengan memperhatikan batas waktu yang telah ditentukan bersama.

 

Memonitoring keaktifan dan perkembangan produk

Guru memantau keaktifan siswa selama melaksanakan pembuatan produk, memantau realisasi perkembangan dan membimbing jika mengalami kesulitan

 

 

 

 

 

Kegiatan Penutup

1.Guru memberitahukan peserta didik untuk pertemuan selanjutnya (menyelesaikan pembuatan produk video dan presentasi)

2. Guru menutup pertemuan pembelajaran dengan

Salam

 

 

15 Menit

 

Pertemuan 2

 

Langkah

Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Awal

Orientasi

1. Memberikan salam pada peserta didik di kelas, memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Menanyakan kabar dan kesiapan peserta didik untuk memulai kegiatan pembelajaran.

3. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa sebelum memulai pelajaran.

4. Presensi kehadiran peserta didik.

 

Apersepsi

1. Mengaitkan materi / tema / kegiatan pembelajaran dengan materi sebelumya

2. Peserta didik diminta menanggapi pertanyaan- pertanyaan tersebut

 

 

 

 

 

 

 

 

15 menit

                                                                      

 

 

Motivasi

1. Guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu Nasional berjudul “Bendera Merah Putih” Ciptaan: Ibu Sud.

2. Memberikan motivasi untuk menyelesaikan pembuatan produk video

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Inti

Memonitoring keaktifan dan perkembangan produk

Guru memantau keaktifan siswa selama melaksanakan pembuatan produk, memantau realisasi perkembangan dan membimbing jika mengalami kesulitan

 

Menguji Hasil

Siswa dan Guru berdiskusi tentang pembuatan produk video, memantau keterlibatan siswa, mengukur ketercapaian indikator penilaian produk video

 

Evaluasi Pengalaman belajar

Setiap kelompok memaparkan hasil produk video, siswa lain menanggapi

 

 

 

 

 

 

 

60 menit

 

Kegiatan Penutup

1. Guru dan peserta didik bersama-sama melakukan refleksi pembelajaran.

2. Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

3. Guru memberikan evaluasi pembelajaran dalam bentuk tes formatif

4. Guru memberitahukan peserta didik untuk  materi pertemuan berikutnya (Jalur Rempah Nusantara)

5. Guru menutup pertemuan pembelajaran dengan salam

15 Menit

 

 

BAHAN AJAR

Pentingnya nilai-nilai budaya masa praaksara yang dapat menumbuhkan kesadaran bagi generasi sekarang. Nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia perlu untuk dikembangkan kembali. Tujuannya adalah untuk menciptakan kode etik dalam bermasyarakat. Apalagi Indonesia termasuk dalam negara multikultural.

Dengan keanekaragaman yang ada, Persatuan di seluruh rakyat Indonesia menjadi kekuatan dasar dalam mempertahankan keamanan dan menjaga pertahanan Indonesia dari ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

Salah satunya, nilai-nilai budaya masa praaksara yang dapat menumbuhkan kesadaran bagi generasi sekarang. Karena itulah perlu adanya strategi budaya yang menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa multikultural itu penting.

Adapun, nilai-nilai budaya masa praaksara di Indonesia ini menggambarkan kehidupan manusia pada masa praaksara dengan proses belajar secara bertahap. Maka terdapat nilai-nilai budaya dan tradisi yang dapat di ambil sebagai pelajaran dan suri teladan.

Berikut merupakan nilai-nilai budaya pada masa praaksara di Indonesia:

  1. Gotong Royong

Dalam buku Sejarah Indonesia masa Praaksara (2015) karya Herimanto, manusia purba hidup secara berkelompok untuk memenuhi kebutuhan dan menghadapi tantangan alam.

Gotong royong adalah salah satu ciri khas yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Secara garis besar, gotong royong tertuang pada pancasila dalam sila ke tiga yang berbunyi Persatuan Indonesia.

Gotong royong telah mendarah daging dan bahkan menjadi kepribadian bangsa, serta sebagai budaya yang sudah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat yang hampir semua daerah di Indonesia menanamkan nilai gotong royong.

Sumber : https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-gotong-royong/

 

Gotong royong berasal dari kata gotong berarti bekerja dan royong berarti bersama. Guna mengetahui penjelasan secara lebih lengkap terkait gotong royong.

Dalam pola hidup berkelompok, manusia purba selalu menerapkan budaya gotong royong dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Budaya gotong royong manusia purba terlihat dari cara mereka berburu dan meramu makanan. Sejak zaman Paleolithikum, manusia purba telah melakukan pembagian tugas dalam tingkat sederhana ketika berburu dan meramu makanan.

  1. Kreatif dan Inovatif

Manusia purba menciptakan berbagai macam alat kebudayaan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup mereka. Dalam menciptakan alat kebudayaan, manusia purba selalu menerapkan prinsip kreativitas dan inovasi. Mereka berhasil memberikan inovasi pada alat kebudayaan seperti batu, tulang hingga logam. Selain itu, manusia purba juga mampu memberi variasi terhadap alat kebudayaan dalam segi bentuk dan fungsi. Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia purba memiliki kreativitas dalam menciptakan alat kebudayaan.

  1. Musyawarah

Pengambilan keputusan manusia purba pada masa praaksara telah dilakukan melalui musyawarah, meskipun masih dalam tingkat yang sederhana.

  1. Religius

Nilai-nilai religius pada masa praaksara didominasi oleh kepercayaan animisme, dinamisme dan totemisme. Dalam menjalankan kehidupan, manusia purba selalu berpedoman untuk melakukan hal-hal kebaikan sesuai dengan nilai spiritualitas yang mereka anut. Dalam buku Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 1 (1973) karya R. Soekmono, pada masa Neolithikum, manusia purba telah memercayai adanya alam kehidupan setelah kematian. Pada masa Neolithikum, manusia purba juga mampu menciptakan kebudayaan Megalithikum sebagai bentuk spritualitas mereka.

  1. Agraris dan Maritim

Pada masa praaksara, corak kehidupan manusia purba identik dengan nilai budaya agraris dan maritim. Dalam budaya agraris, manusia purba telah berhasil mengembangkan kemampuan bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Sedangkan dalam budaya maritim, manusia purba mampu melakukan pelayaran untuk menemukan daerah-daerah potensial yang cocok ditinggali.

 

 

                                

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

NILAI-NILAI BUDAYA MASYARAKAT PRAAKSARA

 

Materi Pokok

:

Corak Kehidupan Manusia Praaksara

Sub Materi

:

Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Praaksara

Alokasi Waktu

:

2 JP x 45 menit x 2 pertemuan

 

  1. Capaian Pembelajaran

Peserta didik dapat memahami konsep dasar asal usul nenek moyang dan jalur rempah; menganalisis serta mengevaluasi manusia dalam asal usul nenek moyang dan jalur rempah; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah dalam ruang lingkup lokal, nasional, serta global; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah dalam dimensi masa lalu, masa kini, serta masa depan; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah dari pola perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; menganalisis serta mengevaluasi asal usul nenek moyang dan jalur rempah secara diakronis (kronologi) dan/atau sinkronis.

  1. Tujuan

Dengan menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) malalui metode Diskusi peserta didik mampu mengidentifikasi mengenai Nilai-Nilai Budaya Manusia Praaksara dan Pengaruhnya Dalam Kehidupan Masa Kini, serta mampu  menyajikan hasil projek melalui Video dengan baik.

 

  1. Metode Pembelajaran Projek
  1. Alat
  • PC/ Handphone
  1. Bahan
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  • Bahan Ajar
  • Aplikasi Wondershare Filmora

https://drive.google.com/file/d/1ofiVTPOHPKYlP9r_9OljPvgd505IkgEL/view?usp=share_link

  1. Prosedur Kerja
  2. Klik link dibawah ini untuk menonton video cara menginstal aplikasi wondershare filmora!

https://drive.google.com/file/d/1xOet5SNm-mvbUmb_WXNS23A36rPGf6Fp/view?usp=share_link

  1. Instal aplikasi wondershare filmora menggunakan laptop/komputer Anda dengan klik link dibawah ini!

https://drive.google.com/file/d/1ofiVTPOHPKYlP9r_9OljPvgd505IkgEL/view?usp=share_link.

  1. Buatlah video sesuai hasil musyawarah kelompok Anda menggunakan aplikasi wondershare filmora mengenai nilai-nilai budaya masyarakat praaksara!

 

 

 

INDIKATOR PENILAIAN PEMBUATAN VIDEO

MAPEL SEJARAH

NILAI-NILAI KEBUDAYAAN MASYARAKAT PRAAKSARA

 

  1. PETUNJUK KERJA
  1. Buatlah kelompok berjumlah 6 siswa (ada 5 kelompok)
  2. Buatlah video menggunakan aplikasi editing video
  3. Pahami setiap materi yang diuraikan dalam modul ini, sehingga memudahkan kalian untuk mengerjakan tugas dan penilaian dengan hasil yang maksimal
  4. Catatlah kesulitan-kesulitan yang kalian temui, kemudian dikonsultasikan ke guru mata pelajaran.

 

  1. FORMAT INDIKATOR PENILAIN PRODUK

 

Nama Anggota            : 1.

                                      2.

                                      3.

                                      4.

                                      5.

                                      6.

                                      7.

Kelompok                    :

Kelas                           : X.3

Sekolah                       : SMA Negeri 1 Paguyangan

Penilai                         : M. Abdul Karim, S. Pd. Petunjuk Pengisian                    :

  1. Lembar penilaian ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dari tentang kualitas produk video yang dibuat oleh peserta didik.
  2. Lembar penilaian ini terdiri dari aspek materi, kualitas video, dan penyajian.
  3. Guru memberikan pendapatnya pada setiap pernyataan dalam lembar penilaian ini dengan memberi tanda (√) pada kolom skala penilaian

Contoh :

 

No

Indikator

Skala Penilaian

SL

L

KL

TL

1

Kesesuaian materi

 

 

 

 

2

Kebenaran istilah dan konsep

 

 

 

 

 

Keterangan :

SL = Sangat Layak                    L = Layak

KL = Kurang Layak                    TL = Tidak Layak

 

Rubrik Penskoran

Keterangan: Siswa memperoleh Skor

Sangat Layak                             = 4

Layak                                         = 3

Kurang Layak                             = 2

Tidak Layak                               = 1

Skor maksimal                           = 20

Nilai Keterampilan =

(Jumlah skor diperoleh) / (Jumlah skor maksimal) x 100

 

 

  1. Aspek Materi

 

No

Indikator

Skala Penilaian

SL

L

KL

TL

1

Terdapat Capaian Pembelajaran yang dijabarkan dalam materi

 

 

 

 

2

Konsep video mudah dipahami

 

 

 

 

3

Materi pada video yang disajikan mudah dipahami

 

 

 

 

4

Media video yang disajikan

mencerminkan keruntutan isi yang sitematis

 

 

 

 

5

Materi pada video yang disampaikan

dapat menambah wawasan

 

 

 

 

 

 

  1. Aspek bahasa

 

No

Indikator

Skala Penilaian

SL

L

KL

TL

6

Bahasa yang digunakan mudah dipahami

 

 

 

 

7

Materi disajikan dengan bahasa yang

sederhana dan komunikatif

 

 

 

 

8

Bahasa menggunakan resapan bahasa baku sesuai kehidupan sehari-hari

 

 

 

 

 

  1. Aspek Penyajian

 

No

Indikator

Skala Penilaian

SL

L

KL

TL

9

Font yang digunakan pada video sudah

jelas dan mudah dipahami

 

 

 

 

10

Kualitas video sudah sangat jernih

 

 

 

 

11

Mempermudah pembelajaran karena

menggunakan alur sebuah cerita

 

 

 

 

 

 

  1. Aspek Tampilan Visual

 

No

Indikator

Skala Penilaian

SL

L

KL

TL

12

Ilustrasi cover pada video menggambarkan isi dalam materi

 

 

 

 

13

Karakter/Tokoh pada video yang ditampilkan sudah jelas

 

 

 

 

14

Penyajian video dan penulisan teks maupun gambar pada setiap video sudah seimbang

 

 

 

 

15

Audio pada video sangat jernih/jelas

 

 

 

 

16

Video menggunakan kombinasi warna

yang menarik

 

 

 

 

 

 

  1. Aspek Desain Pembelajaran

 

No

Indikator

Skala Penilaian

SL

L

KL

TL

18

Materi yang disajikan sesuai dengan

tujuan yang akan dicapai mengacu pada tujuan pembelajaran

 

 

 

 

19

Video menjadikan siswa termotivasi

dalam belajar

 

 

 

 

20

Materi dalam pembelajaran mampu

menarik minat baca siswa/literasi

 

 

 

 

21

Menjadikan pembelajaran mudah

dipahami karena media disajikan dengan alur sebuah cerita yang menarik

 

 

 

 

22

Ukuran yang proposional, media video

pembelajaran dapat digunakan dimana saja

 

 

 

 

 

Jadwal Pembuatan Video

Mapel Sejarah Kelas X.3

Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Praaksara

NO

WAKTU (WIB)

KEGIATAN

1

 

 

2

 

 

3

 

 

4

 

 

5

 

 

6

 

 

7

 

 

8

 

 

 

 

LAMPIRAN-LAMPIRAN

  1. Lampiran Asesmen (Sikap, Pengetahuan, Ketrampilan)

1.   Sikap

Instrumen dan Rubrik Penilaian/Asesmen Sikap sesuai Profil Pelajar  Pancasila

 

 

No

Profil Pelajar Pancasila

 

Indikator Penilaian

Keterangan

BB

MB

BSH

SB

1

Berkebhinekaan global

Mengambil pelajaran dari Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Praaksara untuk menjadi bangsa yang besar harus mampu dan mau melestarikan budaya nenek moyang

 

 

 

 

2

Kreatif

Menghasilkan karya tindakan orisinal, Membuat proyek produk video

 

 

 

 

 

3

Gotong-royong

Membangun tim dan mengelola Kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang sudah ditentukan dan berkolaborasi dalam diskusi kelompok dengan saling menghargai   pendapat   orang lain   dan   tidak   memaksakan pendapatnya diterima oleh  orang lain

 

 

 

 

4

Bernalar kritis

Menyampaikan gagasan, pikiran, dari   kegiatan diskusi menganalisis kehidupan manusia praaksara di Indonesia

 

 

 

 

 

 

Indikator rubrik penilaian

BB (Belum Berkembang)

MB (Mulai Berkembang)

BSH (Berkembang Sesuai Harapan)

SB (Sangat Berkembang)

Peserta didik masih membutuhkan bimbingan       dalam mengembangkan kemampuan

Peserta didik mulai mengembangkan kemampuan namun         masih belum konsisten

Peserta        didik telah mengembangkan kemampuan hingga      berada

dalam         tahap

konsisten

Peserta didik mengembangkan kemampuannya melampuai harapan

 

Petunjuk:

Lembaran ini diisi oleh guru dengan cara memasukan indikator rubrik penilaian!

 

 

 

No

 

 

Nama Siswa

Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

Penilaian

Berkebhinekaan

Global

Mandiri

Gotong

Royong

Bernalar Kritis

-

Contoh:Diki

MB

BSH

SB

MB

1

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

36

 

 

 

 

 

 

2.   Pengetahuan

  1. Kisi-kisi assessment formatif

 

NO

Indikator Soal

Level Kognitif

Bentuk Soal

Skor

1

Peserta didik mampu menguraikan ciri-ciri budaya agraris dan maritim

 

C4

 

Uraian

 

2

2

Peserta didik mampu menguraikan nilai budaya kreatif dan inofatif masa praaksara!

 

 

C4

 

Uraian

 

2

3

Peserta didik mampu menguraikan mengenai primus interpares

 

C2

 

Uraian

 

2

4

Peserta didik mampu menguraikan budaya musyawarah dalam kehidupan bersosial/bermasyarakat!

 

C4

 

Uraian

 

2

5

Peserta didik mampu menguraikan budaya gotong royong dalam kehidupan bersosial/bermasyarakat!

C4

Uraian

2

Pedoman penskoran

????????????????

???????????????????? =            ???? 100 10

 

b.  Soal assessment formatif

 

No

Uraian Soal

 

 

1

Republik Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam suku, bahasa, dan budayanya. Secara fisik antar satu budaya dan budaya lain dipisahkan oleh laut. Namun dari sisi kemaritiman pemisahan itu tidak pernah ada karena seluruh perairan yang ada di Nusantara adalah pemersatu yang mengintegrasikan ribuan pulau yang terpisah-pisah. Dalam proses perkembangannya tingkat integrasi dapat berbeda-beda baik secara geografis maupun secara politis, ekonomis, sosial dan kultural.

 

Berdasarkan informasi diatas, analisislah ciri-ciri nilai budaya agraris dan maritim!

 

 

 

2

Sebelum hadirnya suatu kebudayaan di Indonesia maupun di negara lainnya, ternyata sejak zaman praaksara dahulu, sudah ada nilai budaya tersendiri yang dipergunakan dan dijadikan bahan refleksi diri untuk kehidupan di masa yang akan datang. Bahkan, nilai budaya Indonesia sejak masa praaksara memiliki inti tersendiri, dan cenderung relevan karena masih dipergunakan dan diberlakukan. Kita sebagai manusia, alangkah baiknya untuk memperhatikan nilai budaya tersebut, dan mempergunakan keunggulannya di dalam kehidupan sehari-hari.

 

Berdasarkan pernyataan diatas, analisislah nilai budaya kreatif dan inofatif masa praaksara!

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Pada Masa bercocok tanam lahir melalui proses panjang dari usaha manusia purba dalam memenuhi kebutuhan hidup pada periode-periode sebelumnya. Pada masa bercocok tanam, yang bersamaan dengan zaman Neolitikum, terjadi revolusi kebudayaan yang ditandai dengan adanya perubahan besar pada berbagai corak kehidupan manusia praaksara. Masyarakatnya telah mampu mengolah makanan sendiri dan bercocok tanam, serta hidup menetap dengan membentuk perkampungan kecil. Selain itu, pada masa bercocok tanam masyarakat prasejarah telah mengenal konsep kepemimpinan yang dikenal dengan istilah primus interpares.

 

Berdasarkan informasi diatas, uraikanlah mengenai primus interpares!

 

Dalam hidup berkelompok, masyarakat praaksara juga telah menerapkan nilai musyawarah, yaitu menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Hal tersebut tercermin dari kegiatan pemilihan pemimpin atau sesepuh. Setiap suku-suku selalu memiliki satu orang pemimpin di dalamnya.

 

Berdasarkan informasi diatas, uraikanlah pentingnya budaya musyawarah dalam kehidupan bersosial/bermasyarakat!

 

 

Nilai gotong royong, manusia praaksara telah mengenal sistem gotong royong dalam menjalankan kehidupan. Sistem ini berkembang sejak masa berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering). Pada masa praaksara gotong royong dilakukan untuk memenuhi kebutuhan makan dan saling melindungi dari serangan binatang buas.

 

Berdasarkan informasi diatas, uraikanlah pentingnya budaya gotong royong dalam kehidupan bersosial/bermasyarakat!

 

No

Jawaban

 

1

Memiliki ikatan kekeluargaan yang erat: Menurut Marbur Baculu dalam skripsi Kemiskinan pada Masyarakat Agraris (2012), masyarakat agraris ditandai dengan rasa kekeluargaan dengan ikatan batin yang kuat. Ikatan kekeluargaan pada masyarakat agraris sangatlah erat, di mana mereka saling membantu, saling menghargai, dan memiliki rasa tanggung jawab yang sama dalam keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

2

orang-orang yang memiliki gaya ini dalam bekerja cenderung menggunakan kreativitas untuk menyempurnakan system dimana mereka bekerja. Hal-hal yang terlihat pada orang yang memiliki gaya ini adalah bahwa mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat system menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih mudah dan efisien. Apa yang mereka lakukan akan dapat dilihat hasilnya secara cepat. Oleh karena itu mereka lebih sering mendapat penghargaan. Innovative Problem Solving. Yaitu orang-orang yang memiliki gaya ini dalam bekerja cenderung untuk menantang dan mengubah sistem yang sudah ada. Mereka dapat disebut sebagai “The agent of change” karena lebih memfokuskan pada penemuan sistem baru daripada menyempurnakan yang sudah ada. Dalam sebuah organisasi atau perusahaan orang  dalam tipe - tipe diatas dapat dilihat pada bagian-bagian yang melakukan riset, penciptaan produk baru, mengantisipasi kebutuhan pelanggan tanpa diminta, dan orang-orang yang menjaga kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang.

 

 

3

Primus inter pares merupakan sebuah metode pemilihan pemimpin melalui musyawarah diantara satu suku berdasarkan kelebihan baik itu dari segi fisik maupun dari segi spiritual. Primus inter pares  biasanya berhubungan dengan wibawa seseorang yang mencakup kepercayaan, mutu tokoh (kemampuan mengorganisasi, tingkat visioner, pemahaman terhadap permasalahan di dalam suku, keadilan, pandai mendengar, pemecah masalah dan pandai mempersatukan). Cara ini sudah digunakan sejak peradaban purba yaitu pada masa neolitikum atau yang disebut zaman batu baru. Neolitikum adalah suatu revolusi yang sangat besar dimana terjadi perubahan dari food gathering (berburu dan meramu) menuju food producing (bercocok tanam dan berternak).

4

Musyawarah merupakan salah satu kegiatan yang identik dengan masyarakat Indonesia. Hidup bernegara dengan ragam suku, budaya, ras, dan agama memang terkadang memerlukan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama yang tidak hanya menguntungkan salah satu pihak saja. Kegiatan musyawarah berperan penting dalam upaya menyelesaikan masalah, terutama permasalahan yang menyangkut orang banyak. Manfaat musyawarah di dalam masyarakat sangatlah banyak. Bisa dikatakan bahwa musyawarah adalah jalan tengah bagi berbagai perbedaan pendapat dari masyarakat. Musyawarah dapat menyelesaikan masalah secara adil. Selain mencapai kesepakatan bersama, musyawarah memiliki banyak manfaat lainnya, misalnya melatih seseorang untuk berani mengemukakan pendapat dan menguraikannya secara jelas, sehingga mudah dimengerti oleh pendengar. Melalui musyawarah, suatu masalah juga dapat segera terselesaikan dengan mengedepankan keadilan dan bisa menguntungkan semua pihak.

5

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Gotong Royong

1. Kebersamaan: gotong royong mencerminkan kebersamaan yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat.

2. Persatuan: kebersamaan yang terjalin dalam gotong royong sekaligus melahirkan persatuan antaranggota masyarakat.

3. Rela Berkorban: gotong royong mengajari setiap orang untuk rela berkorban. Pengorbanan tersebut dapat berbentuk apa pun, mulai berkorban waktu, tenaga, pemikiran, hingga uang.

4. Tolong Menolong: gotong royong membuat masyarakat saling bahu-membahu untuk menolong satu sama lain.

5. Sosialisasi: gotong royong dapat membuat manusia kembali sadar jika dirinya adalah makhluk sosial.

 

 

  1. Ketrampilan

 

 

 

 

No

 

 

 

Nama Siswa

Indikator

Jumlah Skor yang

diperoleh

Kesesuaian hasil karya dengan tema

Tampilan hasil karya kreatif, menarik, dan inovatif

Cara Mempresentasikan Presentasi

Upload hasil karya di media social

Public Speaking

1

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

Dst

 

 

 

 

 

 

 

36

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penskoran

Keterangan: Siswa memperoleh Skor

Baik Sekali              = 4

Baik                       = 3

Cukup                    = 2

Kurang                   = 1

Skor maksimal         = 20

Nilai Keterampilan =

(Jumlah skor diperoleh) / (Jumlah skor maksimal) x 100

 

LAMPIRAN REFLEKSI PEMBELAJARAN

Petunjuk Pengisian:

Isilah seluruh pertanyaan dengan sejujur-jujurnya, Jawaban tidak akan mempengaruhi nilai sejarahmu.

Pilihan jawaban terdiri dari:

SS     jika Sangat Setuju                          Skor 5 

S       jika Setuju                                      Skor 4

R      jika Ragu Ragu                              Skor 3

TS    jika Tidak Setuju                            Skor 2

STS  jika Sangat Tidak Setuju                Skor 1

 

No

Pernyataan

Pilihan Jawaban

1

2

3

4

5

1.

Saya senang mengikuti pelajaran sejarah dalam sub pokok Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Praaksara dengan pembuatan video melalui pemanfaatan aplikasi wondershare filmora

 

 

 

 

 

2.

Saya turut serta dalam pembuatan video melalui pemanfaatan aplikasi wondershare filmora

 

 

 

 

 

3.

Saya terlibat aktif dalam pemecahan masalah ketika berdiskusi dengan kelompok

 

 

 

 

 

4.

Saya termotivasi untuk bertanya kepada peserta didik lain atau kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapi

 

 

 

 

 

5.

Saya berusaha mencari informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah

 

 

 

 

 

6.

Saya senang melakukan pembuatan video melalui pemanfaatan aplikasi wondershare filmora secara kelompok dengan bimbingan guru

 

 

 

 

 

7.

Saya belajar berani mengemukakan pendapat dan saling bekerjasama dalam pembelajaran sejarah dengan pembuatan video melalui pemanfaatan aplikasi wondershare filmora secara kelompok

 

 

 

 

 

8.

Saya dapat bekerjasama baik dengan teman sekelompok

 

 

 

 

 

9.

Saya dapat banyak belajar dari diskusi bersama anggota kelompok

 

 

 

 

 

10.

Dengan diskusi kelompok pembuatan video melalui pemanfaatan aplikasi wondershare filmora saya lebih memahami materi nilai-nilai budaya masyarakat praaksara

 

 

 

 

 

11.

Saya senang berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran

 

 

 

 

 

12.

Saya dapat melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang sejenis

 

 

 

 

 

13.

Saya merasa bangga mampu menghasilkan karya video bersama-sama teman kelompok

 

 

 

 

 

 

Download dibawah ini untuk modul ajar kelas x; nilai-nilai budaya masyarakat praaksara!

https://drive.google.com/file/d/1Ylw9yEec-xxNmJRGkJn0ZmTY2w5YIz4S/view?usp=share_link

 

 

 

 

Komentari Tulisan Ini