• SMAN 1 PAGUYANGAN
  • Berkarakter, Berprestasi, Ilmiah, dan Berwawasan Lingkungan

Optimalisasi Keaktifan Peserta Didik Melalui Pemanfaatan Aplikasi Wondershare Filmora Berbantuan Google Classroom Pada Mata Pelajaran Sejarah Di SMAN 1 Paguyangan Brebes

Penulis: M. Abdul Karim, S. Pd.

Guru Mata Pelajaran Sejarah

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

Lokasi

SMA Negeri 1 Paguyangan

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Atas

Tujuan yang ingin dicapai

 

Meningkatkan keaktifan peserta didik Kelas X (Fase E) pada mata pelajaran Sejarah dengan materi pokok Corak Kehidupan Manusia Praaksara. Sub Materi Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Praaksara

 

Penulis

M. Abdul Karim, S. Pd.

Tanggal

21 November 2022

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah kurangnya minat belajar peserta didik X (Fase E) pada mata pelajaran Sejarah dengan materi Corak Kehidupan Manusia Praaksara. Hal ini terjadi karena:

1. Gaya guru mengajar di kelas masih monoton (teacher oriented);

2. Guru belum optimal dalam menerapkan model pembelajaran;

3. Guru belum memahami heterogenitas kompetensi siswa;

4. Guru terlalu dominan melakukan ceramah di dalam kelas, sehingga kurang memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengeksplorasi pengetahuan secara mandiri;

5. Kreativitas guru dalam menyampaikan pembelajaran kurang inovatif dan bersifat konvensional;

6. Adanya perubahan kurikulum yang menuntut guru harus lebih bisa mengembangkan kompetensi peserta didik.

Praktik ini penting untuk dibagikan karena menurut saya masih banyak guru yang mengalami permasalahan yang sama dengan permasalahan yang saya alami, sehingga praktik ini diharapkan bisa menjadi referensi dan juga menjadi inspirasi bagi rekan guru yang lain. Saya berperan sebagai pendidik (guru) yang mempunyai tugas dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik, menggunakan media, strategi serta model pembelajaran yang tepat dan inovatif. Sehingga tujuan pembelajaran serta hasil belajar peserta didik bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat

 

Tantangan untuk mencapai tujuan meningkatkan minat belajar peserta didik pada mapel sejarah, diantaranya sebagai berikut:

1. Faktor Intern:

a. Kurangnya kreativitas guru dalam pembelajaran dikarenakan pengetahuan kurang tentang macam-macam model pembelajaran inovatif.

b. Pemilihan pendekatan, media dan metode yang kurang tepat sesuai dengan materi agar pembelajaran memotivasi peserta didik untuk lebih giat dalam mengikuti pembelajaran sejarah.

2. Faktor Ekstern:

a. Peserta didik belum terbiasa dalam pemanfaatan penggunaan teknologi dalam pembelajaran

Berdasarkan uraian tantangan di atas dapat disimpulkan bahwa pihak yang terlibat adalah guru dan peserta didik kelas X.3 SMA Negeri 1 Paguyangan. Kepala sekolah, Waka Kurikulum, Dewan guru, teman sejawat, dan pakar yang turut mendukung kegiatan ini dengan saran dan masukan secara menyeluruh.

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Tantangan di atas harus segera diselesaikan dengan baik oleh seorang guru profesional. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan di atas adalah:

1.  Pemilihan pendekatan, media, dan metode yang tepat sesuai dengan materi agar pembelajaran memotivasi peserta didik untuk lebih giat mencari bahan belajar secara mandiri.

a. Strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahan adalah penggunaan pendekatan kontekstual yang dekat dengan peserta didik, begitu juga dengan model pembelajaran. Model Projek Based Learning (PjBL) menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kurangnya keaktifan peserta didik, dengan dikombinasikan dengan metode diskusi kelompok, peserta didik dapat secara maksimal untuk menjawab permasalahan yang disajikan.

b. Strategi untuk mengatasi pemilihan media yang kurang tepat yaitu guru berusaha membuat media pembelajaran interaktif berbasis TPACK dengan menggunakan video pembelajaran, berbagai aplikasi editing video, seperti filomra, inshot, kinemaster, VN, Tiktok, dan sebagainya, slide Canva dan infografis untuk memudahkan peserta didik memahami materi yang dipelajari.

2. Kurangnya kreativitas guru dalam pembelajaran dikarenakan pengetahuan kurang tentang macam-macam model pembelajaran inovatif.

a. Strategi untuk mengatasi hal tersebut guru harus mengeksplorasi lebih lanjut terkait model-model pembelajaran inovatif yang bisa disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan kepada peserta didik. Ada beberapa model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah rendahnya keaktifan peserta didik, yaitu Projek Based Learning (PjBL).

b. Model PjBL inilah yang saya gunakan untuk menumbuhkan keaktifan peserta didik fase E (kelas X) pada mata pelajaran Sejarah dengan Sub Materi Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Praaksara.

Berdasarkan uraian tantangan di atas dapat disimpulkan bahwa pihak yang terlibat adalah guru dan peserta didik kelas X.3  SMA Negeri 1 Paguyangan. Kepala sekolah, Waka Kurikulum sebagai fasilitator dan penilai kegiatan proses belajar yang dilaksanakan, serta Dewan guru, teman sejawat, dan pakar yang turut mendukung kegiatan ini dengan saran dan masukan secara menyeluruh.

 

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang saya lakukan dirasa efektif dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari pemilihan dan penggunaan model pembelajaran inovatif PjBL yang dikombinasikan dengan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan keaktifan peserta didik, bahkan kemampuan bernalar kritis peserta didik fase E kelas X pada mata pelajaran Sejarah pada sub materi Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Praaksara. Hal ini dibuktikan dengan hasil produk video dan diskusi peserta didik yang sangat baik. Peserta didik juga terlibat aktif dan antusias selama proses KBM berlangsung. Penggunaan media berbasis IT sangat membantu peserta didik memahami materi dan masalah yang akan dibahas serta mampu menjawab permasalahan yang disajikan. Evaluasi yang dilakukan juga menunjukkan adanya pemahaman peserta didik akan hasil diskusi dan presentasi yang timbul di dalam kelas. Hal ini menunjukkan bahwa keaktifan peserta didik meningkat. Pada saat pembelajaran menggunakan IT dengan memakai video yang ditayangkan lewat LCD, peserta didik terlihat antusias. Mereka terlihat senang dan aktif selama proses KBM karena media yang dipakai menarik sesuai dengan karakteristik peserta didik. Faktor keberhasilan KBM ini terjadi karena adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, seperti kepala sekolah, dewan guru, teman sejawat, pakar dan tentu saja saya (guru) juga peserta didik. Selain itu, berkat bimbingan dan arahan dari dosen juga guru pamong yang selalu mensupport kegiatan yang saya lakukan. Pelajaran yang bisa saya ambil dari kegiatan yang sudah dilakukan adalah jangan pernah untuk bosan mencari informasi baru untuk mengupgrade pengetahuan yang dapat meningkatkan kualitas kita sebagai pendidik. Dengan demikian, maka kita akan dapat menciptakan pembelajaran bermakna bagi peserta didik. Memotivasi mereka dalam belajar dan menjadi teladan bagi mereka. Menjadi guru yang selalu dirindukan karena inovasi dan prestasinya dalam mengemas pembelajaran, bukan guru yang ditakuti karena kurang kreatif dalam mengajar.

 

Best Practice secara lengkap silahkan klik link dibawah ini! 

https://bit.ly/bestpractice_optimalisasi_keaktifan_peserta_didik_melalui_pemanfaatan_aplikasi_wondershare_filmora_berbantuann_google_classroom_pada_mata_pelajaran_sejarah_di_sman1paguyangan_brebes

 

Komentar

Konten sangat menarik dan menginspirasi. Terus berkarya pak Karim, sukses selalu.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
P5 (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Terintergrasi Riset di SMAN 1 Paguyangan

"Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila" (Profil Pelajar Pancasila)   Sejak diberlak

30/09/2023 03:17 - Oleh JELIA FETMI AMALIA, S.Pd. - Dilihat 1436 kali
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Pancasila merupakan pedoman hidup Bangsa Indonesia untuk mendasari semua sendi kehidupan yang dilaksanakan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai dan norma yang berlaku di Indo

25/09/2023 10:49 - Oleh Eko Nurhayanto, S. Pd - Dilihat 21547 kali
PEMBELAJARAN SENI MUSIK DENGAN MODEL PJBL BERBANTUAN APLIKASI TIKTOK UNTUK PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 PAGUYANGAN BREBES

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dal

12/12/2022 10:04 - Oleh ARIF ISDARYANTO, S.Pd. - Dilihat 1102 kali
Penerapan Model Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas X.3 Di SMA Negeri 1 Paguyangan Tahun Ajaran 2022/2023

Penulis: M. Abdul Karim, S. Pd. Guru Mata Pelajaran Sejarah SMA Negeri 1 Paguyangan Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha dasar dan terencana untuk mewujudkan suasana

11/12/2022 21:58 - Oleh M. ABDUL KARIM - Dilihat 2207 kali
Melalui Riset, Smansayang Berkarya

     Berasal dari kata research, riset adalah kata serapan dari bahasa Inggris yang berarti penelitian. Riset juga dapat artikan sebagai kegiatan pengumpulan informa

23/08/2022 15:23 - Oleh JELIA FETMI AMALIA, S.Pd. - Dilihat 979 kali